Kamis, 20 September 2012

0 Ikan Nemo atau Clown Fish

Ikan Nemo atau Clown Fish. Sumber Gambar : tokokostum.com
Ikan Nemo atau Clown Fish atau sering juga disebut Ikan badut. Ikan Nemo ini biasanya ditemukan berhubungan dengan anemon di Oseania, Indo-Pasifik, dan Great Barrier Reef. Hal ini dapat ditemukan secara individual, atau lebih umum, berpasangan atau kelompok kecil dalam anemon sama seperti Heteractis magnifica atau Stichodactyla mertensii. Clownfish liar jarang akan melebihi 4 ½ inci dan jika dipelihara di akuarium atau diternak kan ukurannya jarang melebihi 3 ½ inci. Clownfish sering dikagumi bila dilihat sedang bermain di anemon. Clownfish dan Anemon tidak saling membutuhkan untuk bertahan hidup atau hidup bahagia. Karena Anemon membutuhkan pencahayaan intens dan lingkungan yang sangat stabil dalam akuarium, lebih baik untuk memilih anemone yang membutuhkan perawatan yang lebih kecil untuk clownfish itu.

Nemo yang bergaris hitam punya nama ilmiah Amphyprion percula. Adapun yang tidak bergaris hitam punya nama ilmiah Amphyprion ocellaris. Clownfish jenis ini juga ada lebih dari satu macam contohnya “The Clownfish ocellaris” biasa disebut Nemo dan “Clownfish Percula” yang biasa disebut Nemo Biak atau Clown Biak. Kita biasanya sering binggung membedakan keduanya. Kecuali anda berpengalaman dengan ikan keduanya, mereka sulit untuk dibedakan. Nemo Biak memiliki warna oranye sangat terang, sedangkan, Nemo biasa cenderung lebih memiliki oranye yang lebih pudar. Para Clownfish Percula juga memiliki garis hitam tebal di sela garis-garis putih tubuh.
Ikan Badut ini bukan ikan untuk pemula. Jika anda ingin ikan ini dan pengalaman Anda terbatas, membeli Nemo atau Nemo Biak ini adalah kandidat yang baik untuk akuarium karang, bagaimanapun mereka tetap butuh untuk berapdatasi dengan lingkungan akuarium yang sangat berbeda dengan lautan nya.

Tetapi saat ini sudah banyak pengembang biakan ikan badut ini di Indonesia.Berbeda dengan tangkapan liar, Clownfish kembangbiakan ini adalah ikan yang sangat kuat dan tahan lama membuat mereka tambahan yang sempurna untuk pemula atau aquarist berpengalaman. Jika diperkenalkan di akuarium pada saat yang sama atau dengan kata lain melepas kan ikan ikan tersebut secara bersamaan di dalam akuarium, maka anda dapat memelihara banyak jenis ikan badut bersamaan.
Jika sudah dipasangkan, Clownfish betina adalah ikan yang lebih besar dari pejantannya. Ikan badut mudah untuk dibesarkan di akuarium, dan merupakan salah satu ikan yang paling umum “starter” untuk pecinta akuarium laut.

Ikan Badut

Ikan Badut atau Ikan giru adalah ikan dari anak suku Amphiprioninae dalam suku Pomacentridae. Sekitar dua puluh delapan spesies dikenali, salah satunya adalah genus Premnas, sementara sisanya dalam genus Amphiprion. Di alam bebas mereka bersimbiosis  dengan anemon laut. Ikan giru berwarna kuning, jingga, kemerahan atau kehitaman. Spesies terbesar mencapai panjang 18 cm, sementara yang terkecil hanya mencapai 10 cm. Seluruh jenis ini merupakan famili dari Pomacentridae.  Dengan demikian, apabila ditelusuri mereka masih saudara dengan golongan damselfish seperti Chromis, Chrysiptera, dan Dascyllus.

Ikan Badut

Apabila mendengar nama ikan badut, dalam ingatan orang akan cenderung terbayang pada sosok ikan bernama latin Amphiprion ocellaris. Meskipun demikian, ikan badut sebenarnya terdiri tidak kurang dari 29 jenis. Mereka seluruhnya berpenampilan cantik dan lucu. Dua puluh delapan jenis ikan badut ini merupakan spesies dari genus Amphiprion, sedangkan satu jenis merupakan spesies dari genus Premnas. Premnas mempunyai ciri khusus, yaitu berupa “duri” preoperkularis yang dijumpai di bawah matanya.

Ikan Badut

Secara umum ikan badut berukuran kecil. Maksimal mereka dapat mencapai ukuran 10–15 cm. Berwarna cerah, tubuh lebar (tinggi), dan dilengkapi dengan mulut yang kecil. Sisiknya relatif besar dengan sirip dorsal yang unik. Pola warna pada ikan ini sering dijadikan dasar dalam proses identifikasi mereka, disamping bentuk gigi, kepala dan bentuk tubuh. Variasi warna  dapat terjadi pada spesies yang sama, khususnya berkenaan dengan lokasi sebarannya. Sebagai contoh A clarkii merupakan spesies yang mempunyai penyebaran paling luas, sehingga spesies ini mempunyai variasi warna yang paling banyak (tergantung pada tempat ditemukan) dibandingkan dengan spesies ikan badut lainnya.

Ikan Badut

Ikan badut diketahui merupakan ikan yang mempunyai daerah penyebaran relatif luas, terutama di daerah seputar Indo Pasific. Satu jenis, yaitu A bicinctus, diketahui merupakan endemik Laut Merah. Mereka, pada umumnya, dijumpai pada laguna-laguna berbatu di seputar terumbu karang, atau pada daerah koastal dengan kedalaman kurang dari 50 meter dan berair jernih. Di perairan Papua New Guinea, bisa ditemukan ikan badut tidak kurang dari 8 spesies. Di alam, ikan badut mengkonsumsi zooplankton, udang-udangan dan algae yang dijumpai di habitat mereka.
Ikan Badut
HUBUNGAN TIMBAL BALIK DARI IKAN BADUT
Popularitas ikan badut
tidak lepas dari perilaku simbiosisnya dengan berbagai jenis anemon. Anemon, yang bagi jenis ikan lain beracun, bagi ikan badut merupakan tempat berlindung yang aman dan nyaman. Ikan badut kerap dijumpai bersembunyi, berselimut, dan bercengkrama diantara tentakel-tentalel anemon yang beracun. Di alam, kehadiran ikan badut pada anemon dapat melindunginya dari agresifitas beberapa jenis ikan seperti ikan angle atau ikan butterfly yang akan memangsa tentakelnya. Sebaliknya ikan badut memanfaatkan anemon tersebut sebagai tempat berlindung dari musuh alaminya.
Tanpa perlindungan dari anemon, ikan badut hanya dapat bertahan hidup beberapa menit saja sebelum dimangsa oleh musuhnya. Hidup bersama antara dua jenis mahluk yang jauh berbeda ini sering dijadikan contoh keharmonisan hidup bertetangga. Ikan badut sering pula melakukan tugas bersih-bersih pada tubuh anemon yaitu dengan memunguti remah-remah makanan, atau kotoran lainnya sehingga tubuh anemon bisa terbebas dari berbagai jenis parasit. Sedangkan ikan badut sendiri sering membawakan makanan bagi anemon.
Seperti halnya penghuni laut lainnya, ikan badut sebenarnya tidak memiliki kemampuan untuk melawan racun dari anemon. Meskipun demikian mereka memilki taktik yang jitu bagaimana mengatasi racun tersebut. Tentakel anemon dilapisi oleh lendir yang memiliki kandungan tertentu untuk melindunginya dari sengatan tentakel yang lain atau tersengat oleh tentakel sendiri. Lendir inilah yang dimanfaatkan oleh ikan badut untuk melindungi badannya dari sengatan tentekal anemon.
Dengan demikian, mereka akhirnya akan aman bermain dan berada diantara tentakel-tentakel anemon. Pada malam hari mereka sering tidur dengan berselimutkan tentakel-tentakel tersebut. Apabila ikan badut dipisahkan dari anemon selama beberapa jam, mereka akan segera kehilangan kekebalannya. Dan untuk menjadi kebal kembali mereka perlu beradaptasi dan memerlukan waktu seperti disebutkan diatas.

IKAN BADUT POLIANDRI

Berbeda dengan jenis ikan lainnya, perilaku kawin ikan badut menunjukkan sifat kebalikan. Apabila ikan lain, diperlukan beberapa betina untuk satu jantan, pada ikan badut justru satu betina memiliki beberapa jantan. Ikan badut diketahui bisa berubah kelamin. Selain itu merekapun memiliki hierarki sosial yang ketat. Dalam satu koloni ikan badut yang hidup dalam anemon, biasanya terdiri dari satu betina dewasa yang dominan dan beberapa jantan yang berukuran lebih kecil, serta beberapa ikan badut muda. Ikan-ikan muda ini semua berjenis kelamin jantan.
Apabila si betina mati atau menghilang, jantan dewasa secara biologi akan berganti kelamin menjadi betina. Perubahan kelamin akan berlangsungan selama dua minggu atau lebih. Kemudian jantan terbesar dan tertua yang ada dikoloni tersebut akan menjadi pasangannya. Startegi demikian diketahui mampu mempertahankan kelanjutan keberadaan spesies ikan badut tersebut. Dalam hal ini si jantan yang ditinggal mati betinanya tidak perlu mencari betina lain jauh-jauh. Seperti diketahui, di alam, ikan badut tidak bisa meninggalkan anemonnya lebih dari beberapa meter hanya untuk sekedar mencari betina lain.
Ikan badut dapat menghasilkan telur 300–700 butir. Telur tersebut diletakkan pada batu-batu dibawah mantel anemon. Telur tersebut akan dijaga oleh badut jantan hingga menetas. Telur pada umumnya akan menetas setelah enam atau tujuh hari.

sumber :http://www.iftfishing.com/fishing-guide/fishypedia/clown-fish-ikan-badut

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Seputar Dunia Air Copyright © 2012 - |- Design by Penghoby Aquarium - |- Powered by Blogger